Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencegah Intoleransi sejak Dini melalui Poster Kebinekaan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15.09 WIB Last Updated 2026-10-11T08:10:26Z
Keberagaman bangsa Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri. Mengelola perbedaan suku, agama, ras, gender, hingga antargolongan bukanlah perkara mudah. Jika tak dipupuk dengan nilai persatuan, perbedaan berpotensi memicu benih-benih intoleransi.

Melihat tantangan tersebut, UPT SMP Negeri 32 Gresik mengambil langkah nyata dalam membangun iklim sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari intoleransi. Melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VII, pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) diterapkan untuk menanamkan pemahaman kebinekaan secara menyenangkan dan kontekstual.

Poster Kebinekaan: Mengubah Konsep Jadi Karya

Alih-alih sekadar mendengarkan ceramah teori, murid diajak memahami kebinekaan melalui visualisasi dan eksplorasi kreativitas. Pembelajaran diawali dengan menyaksikan tayangan video edukatif, mengamati poster kebinekaan, serta membaca artikel tentang keanekaragaman budaya Indonesia.


Setelah itu, murid mengekspresikan pemahamannya melalui pembuatan poster bertema "Beda-Beda, Tetap Istimewa". Menggunakan media sederhana seperti kertas HVS, spidol, pensil warna, hingga krayon, murid bebas menyalurkan ide dan imajinasi mereka.

Melalui menggambar poster, murid diberi ruang untuk bertanya, menyampaikan ide, dan mengasah kreativitas. Mereka belajar bahwa perbedaan fisik, agama, maupun latar belakang sosial bukanlah halangan, melainkan keunikan yang harus dihargai.

Menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila

Proses pembelajaran tidak berhenti pada selesainya lembar gambar. Setiap murid diberikan kesempatan mempresentasikan karya mereka di depan kelas. Langkah ini bertujuan melatih keterampilan berkomunikasi, menyampaikan gagasan secara terarah, serta merespons pertanyaan rekan-rekannya. Karya-karya terbaik murid kemudian dipajang di majalah dinding (mading) sekolah sebagai sarana edukasi bagi seluruh warga sekolah.

Melalui kegiatan ini, terdapat dua elemen utama Profil Pelajar Pancasila yang ditumbuhkan, yakni Kebinekaan Global dan Kreativitas. Murid diajak menyadari bahwa menghormati pemeluk agama lain—dengan prinsip "bagiku agamaku, dan bagimu agamamu"—merupakan fondasi penting dalam menjaga kedamaian hidup bermasyarakat.

Fondasi Sekolah Aman dan Inklusif

Penilaian dalam kegiatan ini berfokus pada penguatan sikap (civic disposition) dan keterampilan (civic skills). Sikap saling menghargai, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab menjadi pilar utama yang dinilai.

Langkah sederhana yang dilakukan di tingkat sekolah menengah ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mencegah radikalisme serta memperkokoh semboyan Bhinneka Tunggal Ika sejak usia remaja. Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu akademis, melainkan rumah semai bagi generasi penerus bangsa yang toleran, berkebinekaan, dan berkarakter.
×
Artikel Terbaru Update